Where it happened: home
Langauge: Malaysian
Sex: Male
Rating: 2
Category: Straight
Semua nama di cerita ini memakai kode O.K!
Saat itu rumah lagi sepi, ortu lagi pergi, asyik kan? Aku duduk dengan MY di sofa sambil nonoton TV. MY memakai kaus ketat dan cealan jeans pendek. Sehingga bentuk bodynya yang perfect serta pahanya yang putih mulus terekspose. Tak sengaja aku melirik paha mulus MY. Entah kenapa tiba-tiba “pilarku” bereaksi. Aku mulai ngebayangin yang enggak-enggak.
Aku mulai menggeser dudukku merapat ke MY. MY menoleh dan tersenyum manis, menambah kecantikannya. Aku mencoba nekat, aku mulai memegang pahanya. Eh siapa sangka ia malah tersenyaum kepadaku. Gile aku semakin merasa dapet angin.
Aku mulai mengelus pahanya, gile mak bener-bener halus tuh paha. MY memejamkan matanya, sepertinya ia menikmati belaianku.
Terang aja aku jadi tambah bernafsu, orang dianya juga pasrah gitu kok!
Aku menaikkan kaki kirinya ke pangkuanku (karena aku memang duduk di sebelah kirinya). Kemudian aku mulai mengelus sebelah dalam pahanya. MY mendesah perlahan sambil sedikit menggerakkan kakinya. Sepertinya ia merasa geli.
Aku telusuri kakinya dengan jari-jariku. Dari paha turun terus ke lakukan lutut, disitu MY sedikit menyentakkan kakinya karena geli. DAri situ terus turun ke betis.
Aku memeluk erat kakinya, lalu kuciumi punggung kakinya.
Kemudian aku menggelincirkan ujung jari telunjukku di sepanjang telapak kakinya, mulai dari ujung jari turun terus hingga ke tungkak. Aku gelincirkan dengan perlahan.
MY merasa geli selama kugelincirkan jariku.
“EEh..heeeh” ia mengeluh pelan.
Aku mencondongkan badan kemuka lalu kulumat bibirnya yang mungil dengan bibirku. MY tak mau kalah ia juga ganti melumat bibirku dengan penuh nafsu.
Sambil menciumnya aku meraba-raba tubuhnya. Aku meremas halus susunya. Ini membuatnya semakin bergairah.
setelah puas “adu mulut” dengannya aku kembali menggapit kakinya. Aku elus-elus lagi telapak kakinya yang indah itu. MY kegelian lagi.
“EEh..eeh..geli AD(AD itu aku) heeh” ia mengeluh. Tapi aku nggak peduli, bahkan aku sengaja menggelitik lembut telapak kakinya. Aku ingin merangsangnya dengan menyikat habis bagian-bagian sensitif tubuhnya terlebih dulu. MY semakin kegelian dan mulai tertawa. Tapi sepertinya ia juga merasa nikmat. Ia menarik-narik kakinya, tapi karena aku gepit dengan erat ia nggak bisa bergerak.
“Udah..udah..AD!” teriaknya sambil tertawa. Aku berhenti menggelitiki kakinya. Kemudian aku membuka bajuku. Sepertinya ia ngerti dan segera melepas pakaiannya juga hingga kami boegil.
Aku menindih tubuhnya dan kembali melumat bibirnya. Ia membalas dengan penuh nafsu sambil meremas-remas pantatku.
Aku teruskan dengan menciumi pipinya lalu lehernya terus hingga ke bahu.
Aku mengalihkan perhatianku ke susunya yang montok. Aku remas halus susunya. Aku mengelusnya dengan menggerakkan jariku melingkar mengikuti bentuk susunya. Ia menggeliat geli, apalagi saat kumainkan pentilnya. Aku kuil-kuil putingnya dengan ujung telunjukku. Sedang yang sebelah aku mainkan dengan ujung lidahku. Desahannya semakin keras.
Setelah itu aku ciumi sekitar perutnya, aku jilati lubang pusernya, membuat MY menggeliat geli.
Aku teruskan aksiku dengan mengelus pinggangnya. MY semakin menggelinjang. Aku naikkan tanganku ke atas lalu aku sedikit menggelitik ketiaknya. MY cekikikan saat aku gelitik.
Aku mulai merenggangkan kakinya hingga nampak jelas goanya. Aku jilati tuh bibir goa dan semua yang ada disitu. MY menggelinjang hebat. Sambil menjilati memeknya aku cengkeram kedua tungkaknya, lalu aku kilik-kilik telapak kakinya dengan telunjukku.
Gerakkan MY jadi tambah nggak karuan. Ia kegelian setengah mati. Jari-jari kakinya ditekuk dalam.
“AAh..aah..haha..aahahaha..!” MY mendesah sambil tertawa geli.
Tapi itu juga membuat pilarku semakin menjadi dan minta dimasukkin. Maka saat itu juga aku masukkan pilarku ke liang goa dan kugenjot habis.
Entah berapa lama kami main “kuda-kudaan.”
Tapi setelahnya kami jadi merasa nikmat sekali, bagaikan pulang dari taman firdaus. Setelah itu kami berpakaian lagi lalu ngelanjutin nonton TV.
Aneh ya habis begituan masih bisa-bisanya nonton TV.
Selain itu aku masih menarik kakinya lagi, lalu aku jilati telapak kakinya. MY kegelian tapi ia biarkan saja aku jilati telapak kakinya. Kayaknya ia juga merasa enak. Ia cuma mendesis sesekali atau tertawa kecil.
Processing your request, Please wait....