Where it happened: Di Kantor
Langauge: Malaysian
Sex: Female
Rating: 1
Category: Straight
Saya adalah seorang janda, pekerjaan saya saat ini adalah sekretaris direksi yang baru bekerja pada sebuah perusahaan swasta nasional, orang bilang saya cantik dan seksi(ukuran tubuh saya 36/27/34). Dengan tinggi sekitar 1.68cm dan rambut lurus sebahu, banyak pria yang mengatakan saya mirip artis Diah Permatasari, serta mereka selalu mengajak saya kencan, apalagi relasi-relasi Bos saya, adalah yang berani mengutarakan ingin menjadikan saya istri ke dua. Tapi selalu saya tolak, saya sangat mengidolakan Bos saya. Dia seorang pria yang cukup tampan, orang jawa, telah beristri. Usianya tergolong relatif muda, baru 33 tahun. Hal yang membuat saya sangat tertarik sekali padanya adalah kebaikan serta ketulusan hatinya. Saya pernah GR sekali ketika dia minta tolong saya untuk menemaninya lembur sampai dengan pukul 07.00 pm. Ternyata jangankan menyentuh saya, masuk keruangan saya saja tidak. Saya pernah berpikir apakah dia tidak tertarik dengan saya. Tapi setelah mendengar cerita dari rekan-rekan kerja di kantor yang mengatakan bahwa Bos saya adalah seorang pria yang jujur, suami yang setia dan memang sangat rajin sholat. Namun apapun yang terjadi, walau sudah hampir sebulan saya bekerja ikut dengan beliau, saya belum berhasil untuk mendapatkan dirinya. Saya rela walaupun hanya sedetik saja, yang penting saya dapat bersama beliau. Sudah berbagai macam cara saya untuk menarik perhatiannya, tapi hingga saat ini saya belum sekalipun mendapatkannya. Apalagi seperti saat ini, dibulan Ramadhan yang suci ini, Bos saya sebagai pemimpin perusahaan kerap sekali mengadakan ceramah-ceramah tentang agama serta acara-acara berbuka puasa. Sampai pada suatu ketika, pada akhirnya pucuk dicinta ulam tiba.
Kemarin, saat acara berbuka puasa dikantor, kebetulan istri Bos saya tidak hadir. Saya pikir ini adalah satu kesempatan untuk mendapatkan beliau, setelah kami bersama-sama sholat magrib, saya memberanikan diri untuk memberikan secangkir kopi hangat kepadanya. Dia tersenyum menerima sambil mengucapkan terima kasih, aduh senyuman dan tatapan matanya itu lho yang membuat jantung saya deg-deg kan setiap saya bertatapan dengan mata elangnya. Pada saat itu saya merasa hanya saya dan beliau saja yang berada di ruangan rapat ini, aaghhh… kesempatan saya pikir. Jika tidak saat ini, kapan lagi saya dapat memilikinya. Tiba-tiba saya mendekatkan diri dihadapannya, lalu saya perlahan-lahan berkata lirih ;
“Maaf pak, boleh saya mengganggu?” kata saya.
“Ohh…silahkan Sin, ada apa?” tanyanya lembut.
OOOOhhhhh …Tuhanku, hati saya semakin bergetar. Suaranya itu lho!! lembut sekali.
“Emmm….gini pak,…..mmmmm….” aku berkata sambil gugup.
“Lho….ada apa Sinta?….apa yang saya bisa bantu?” lanjut Bosku…Ooohhh…aku jadi seperti melayang-layang.
“Emmm…gini pak, bb…bboleh… saya..foto dengan Bapak?” kataku akhirnya memberanikan diri sambil mengeluarkan Nikonku dari tas cangklongku.
“Oh…kenapa tidak!” kata Bosku.
Aku langsung memanggil Dewi temanku untuk kumintai tolong mengabadikan Aku dengan Bosku.
Ckrek..krek!!..demikianlah akhirnya aku telah berhasil mendapatkan Bos ku!
😉
Sinta
Processing your request, Please wait....