944 Views |  Like

di-di

Age when it happend: 20
Where it happened: my boarding house
Langauge: Malaysian
Sex: Female
Rating: 1
Category: Straight

SENTUHAN SAHABAT PACARKU

Aku sendiri tak menyangka bisa sejauh ini aku melangkah. Aku hanya berpikir bila memang dia teman pacarku, pastinya tidak akan memanfaatkan aku.
Begini ceritanya.Waktu itu aku dan teman-temanku satu fakultas pergi ke suatu tempat dalam rangka rapat kerja senat mahasiswa. Pada suatu malam kami kekurangan tempat tidur, kami tidur di ruangan besar (hall), untuk cewek diberikan tempat tidur. Tapi pada saat itu kami bergadang sampai pagi (aku dan cowok-cowok) sementara yang cewek sudah pada tidur. Giliran aku mau tidur, sudah tidak ada lagi tempat yang tersedia untukku. Tempat tidur yang seharusnya ku tempati sudah diisi oleh orang lain (cowok), terpaksa aku tidur di sampingnya, karena masih ada tempat. Sementara cowok-cowok yang lain masih tetap bermain kartu. Setelah menjelang pagi hari, aku sudah tidak mendengar suara-suara ribut lagi ternyata mereka sudah tertidur. Kemudian aku pun melanjutkan tidur lagi. TIba-tiba saja cowok di sampingku mencium keningku tentu saja aku kaget, dia tersenyum melihatku. Dia bilang aku manis. Kemudian dia pun mengecup bibirku. Oh, dia berani sekali…padahal dia adalah pacar dari temanku. Kemudian siang harinya kami pun kembali ke kota kami, ternyata dia sudah menyiapkan tempat untukku. Selama di perjalanan dia terus-menerus memegangi buah dadaku ini, aku pun merasa risih. Dia hanya bilang “ngga pa-pa ko”, katanya sambil berbisik. Aku hanya bisa terdiam takut yang lain mengetahui. Lalu sesampainya di kota kami dia pun, berpesan untuk aku datang ke tempatnya besok siang. Aku hanya mengangguk.
Memang aku sedang bingung sekali akhir-akhir ini, karena aku dan pacarku sedang ada masalah berat, sehingga hubungan kami pun goyah. Kemudian si “I” ini datang dalam kehidupanku ini, aku merasakan ada angin sejuk yang lewat di kehidupanku.
Esoknya aku datang, dia sudah menungguku dengan senyum manis di mukannya.
” Hai, Di. Yo, masuk”
“Apa ngga di luar aja?!”
“Ngga enak ah nanti dilihat pacar lo, kan bisa gawat”. Aku mengikutinya masuk, sementara sepatuku ku buka didalam. Belum sempat aku buka sepatuku, dia menutup dan mengunci pintunya. Aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi, tapi mencoba untuk tenang.Kemudian aku pun membuka sepatuku, tiba-tiba saja dia memelukku dari belakang.
“In, jangan ,In!”
“Ngga’ pa-pa ko’ Di. Aku sudah menunggu saat-saat seperti ini, tapi selalu aja elo ada disampingnya “D”. Sekarang waktunya gue salurin perasaan gue pada lo”, ujarnya meyakinkan. Lalu dia pun menciumi wajahku dan kemudian turun ke leherku sambil memegangi payudaraku ini…oh, nikmat sekali rasanya sudah lama aku merindukan hal yang seperti ini lagi. Karena dulu pun aku pernah begini, hanya saja tidak sampai sejauh yang suami istri lakukan. Kemudian dia memasukkan tangannya dengan lembut ke dalam bajuku ohhh..ohhhh…dia sembulkan keluar payudaraku ini, lalu dia pilin-pilin.
“enak Di”, aku hanya tersenyum kecil. Kemudian dia pun melepas baju ku, dan tercenung melihat sebagian tubuhku ini, kemudian hanya dalam hitungan detik saja dia telah melepas braku. Lalu dia terus mencium dadaku sampai basah….dia memang lembut sekali…lalu dia menurunkan tangannya ke sela-selam celana jean’sku. Dia terus mengusap-usap dan memasukkan jarinya ke dalam memekku. “Basah nih, ye”. Aku lagi-lagi hanya tersenyum, aku sebenarnya sangat terangsang sekali dengan gerakannya itu. Dia pun membuka celanaku. Aku pun menurut saja, karena ku pikir dia akan serius denganku , dibandingkan dengan pacarku itu. Setelah itu aku pun sudah telanjang total. Sementara dia masih memakai baju dan celana pendeknya. Aku terus-menerus dirangsangnya. hingga basah sekali memekku. Kemudian setelah dia puas mempermainkanku dari atas hingga bawah, akhirnya dia menyuruhku untuk membuka pakaiannya.
” Bukain dong”, ujarnya manja. Aku senang sekali mendengar suaranya yang manja.
” Sedotin donk, sekalian juga isep dan maening batang gue”, tambahnya lagi. Aku terus membuka baju dan celananya. Kurasakan bahwa ada sesuatu yang menonjol perlahan-lahan dari balik celananya. Setelah kubuka…wow, besar sekali. Lalu aku pegang “dia” dengan tanganku yang gemetar, karena aku masih belum berani untuk melakukannya.
“Ayo dong masukin ke mulut lo'”
” Takut, In”
“Ngga pa-pa ko, yakin deh ama gue”. Akhirnya ku masukkan juga ke mulutku. Dia pun mengajariku cara-caranya. Lama juga aku mengunyahnya, sampai-sampai basah sudah kontolnya itu. Oh, mulutku seperti mau sobek. Kemudian dia pun kelihatannya sudah tidak tahan lagi untuk memasukkannya ke dalam lubangku, akhirnya dia tuntun aku ke temapat tidurnya. Dengan posisi menungging dia masukkan “batangnya” ke memekku.Dia genjot perlahan lalu lama-kelamaan makin cepat. Aku tidak kuat rasanya, perih sekali entah cairan apayang keluar.
” darah perawan lo, udah keluar Di, mak kasih yah”, sambil terus mengenjot.Aku memegang tangannya tanda ikut menikmati. Setelah lama berkuda-kudaan, aku pun dituntunnya untuk membalikkan posisiku. Dia mengembatnya dari depan.
“Masukkin dong, sayang”, dia sudah memanggilku sayang, aku senang mendengarnya.
Kemudian aku menuntun barangnya masuk ke dalam memekku, ah…sleppp…sleppp..enak sekali, dia terus menggenjotnya sampai aku bergoyang kencang sekali. Dia memeras kencang buah dadaku kemudian dia menciumnya sambil sesekali dia menggigitnya. Aku kewalahan menghadapinya, ternya selain lembut dia juga ganas. Sampai akhirnya dia sudah tiidak tahan untuk keluarkan maninya. Tiba-tiba,
“Ohhhh…Ohhhhh….”, mani muncrat keras ke mukaku dan badanku.Aku pun sebenarnya sudah keluar beberapa kali, hanya saja aku diam saja.
Akhirnya kami kelelahan, tertidur sambil saling berpelukan. Kurasakan kontolnya hangat sekali di pahaku.

Processing your request, Please wait....
  • 0 - very bad experience 10 - very great experience