454 Views |  Like

Ngismangil

Age when it happend: August 2007
Where it happened: Indonesia
Langauge: Indonesia
Sex: Male
Rating: 5
Category: Straight

sore itu gue lagi belajar di kamar kos sendirian, tiba-tiba datange eny temen kos lain kamar, menyingkap korden dan menyapa gue lagi ngapain. gua jawab aja lagi belajar. Trus setelah berbasa-basi sebentar ia lalu minta tolong bikinin naskah pidato, perlu diketahui si eni ini kasih sekolah di smk. Gue sebenarnya mau mempermainkan dia, gue bilang aja wah lagi sibuk nih. Llau dia merengek-rengek kayak anak kecil sambil membungkukkan badannya. Meremas tangan gue agar memegang kertas tugas yang dia pegang. Ayolah, mas, gue semula enggak begitu memperhatiin. Sebelum ia bilang aku nggak pake bh, baru aku mendongak ke arah susunya. Wah susunya yang putih mulus menggantung disana, putingnya coklat muda kelihatan di balik dasternya yang menggantung karena posisi dia sedang menunduk. Secara spontan aku kaget dan tidak mau melewatkan kesempatkan ini. Wah susumu bagus ni en, dia senyum dan tidak menolak ketika kuraih susunya dan kemudian kuelus-elus.

Sejenak ia nampak terdiam menikmati elusanku, aku juga tidak tahu harus bilang apa, kadang kupencet-pencet benda yang lunak itu, kucari-cari pentilnya, namun tidak ada tonjolan disana. puting susunya tidak menonjol seperti toket lainnya. Waktu lalu secara bergurau ia memang pernah bilang tidak punya puting susu, seperti juga ibunya. Sehingga ia tidak bisa netek secara langsung, malainkan diambil dulu dengan cara dipompa dengan botol asi.

Beberapa menit aku meremas-remas susu itu, Karena posisi dia menunduk didepan mejaku, maka dengan leluasa tanganku bergerilnya. Suatu ketika aku merogoh agak dalam. maksudku meraih selangkangannya. Dan ketika kusentuh tempiknya dia diam saja bahkan semakin menundukkan dan meletakkannya diatas meja belajarku, aku sibakkan celana dalamnya dan dia tetap diam saja bahkan ketika kuelus-elus bibir kemaluannya yang sudah banjir itu dia masih diam saja. Beberapa lama ia menikmati elusan ini, dan ia kemudian menegadahkan wajahnya. Mas udah ya. Lantas aku hentikan kegiatanku, dan iapun lari masuk kerumah induk.

Tinggallah aku sendirian dengan posisi kontol ngaceng. Kuperhatikan jari tengahku, masih basah oelh kemaluan eni.

Pagi harinya ia datang lagi menagih naskah pidato dari ku, sebelum aku berlagak sibuk ia rupanya sudah mendahului. Dia lantas dudik disebelahku. Ah mas pura-pura sibuk nih, lalu tiba-tiba ia raih kontolku, mengelus-elus dari luar celana pendekku, waktu itu aku memang lagi nggak pakai celana dalam sehingga dengan mudahlah ia terangkat keatas. Dan ia menertawainya, wah baru sebentar udah ngaceng. Coba lagi deh aku bikin lama nih, lalu aku sibukkan diri dengan menulis sesuatu. Setelah kendur, aku pelorotkan celanaku, coba sekali lagi en, dan hitung berapa menit.

Iapun menurut sambil mengucel-ucel kontolku sambil memperhatikan jam tanganku. Sementara pikiranku aku sibukkan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dengan serius ia mulai mengocok barangku. Setelah sekian lama tibatiba ia bersorak seolah baru memenangkan sebuah pertandingan. Hore khan kalah khan, sambil mengolok-olok semenara tangannya masih betah mengocok-barangku. Aku lihat jam tanganku, berapa menit en. Baru tiga menit udah ngaceng. Tapi kan belum keluar En. Ah mas biasa, nggak mau kalah. Sambil mulutnya maju kayak anak kecil. Iya deh aku kalah. coba kalau kamu. Ah tak usah ya.

En, diisep dong, ah mas bisa aja.
Aku berdiri agar posisi kontolku pas dimulutnya. Lalu dengan pelan-pelan ia jilati batang kontolku, rasanya enak sekali, en ujungnya en, lalu ia jilatin ujun gkontolku, disini aku merasa seperti kena setrum, badanku mengejang dan ini membuat eni makin besemangat menjilati dan keluar masuk mulutnya, aduh en.

Kos-kosan tempat kami kalau pagi memang sepi, disaming ada yang kuliah juga sebagain ada yan gpulang kampung karena ada libur 4 hari.

Sementara sepongannya yang semakin hot hampir menjebolkan pertahananku. Maniku hampir mucrat, segera kuraih dagunya dan kucium mulutnya. Eni sudah semakin terangsang hinga ketika kuluci dasternya ia diam saja, aku ciumi payudaranya, dan perutnya sementara jari tengah kananku sudah menyusup kearena yang paling dirahasiakannya. Sudah sangat basah, dengan sekali tarik lepslah cd minimnya. Aku baringkan dia di tempat tidur, kuciumi susunya, perutnya, pahanya dan terakhir tempiknya. Untuk yang terakhir ini ia tampak menggelinjang, gelinjangan nya semakin tidak beraturan hingga ia seperti memekikkan sebuah kata, aduh…… Bersamaam=n dengan itu terasa sesuatu muncrat dari liang vaginanya. Dan kemudian mejepit kepalaku seakan ingin memenamkan seluruh kepalaku masuk ke liang vaginanya.

Aduh mas enak banget. Sementara tubuhnya lunglai tanpa tenaga. Tetapi aku masihmerasa rugi karena belummerasakan tempikku mengempt kontol ngacengku. Lalu aku bersiap mengarahkan ontol di bibir kemaluannya, sengan sekali sentak akhirnya masuklah kemaluanku tenggelah ke dalam jepitan sempt tempik basahnya.

Secara naluri aku maju-mundurkan barangku ke dalam memeknya, hingga akupun merasakan rasa enak iujung kemaluanku menandakan hendal meledak menyemburkan air maniku, gejala ini semakin megeraskan tegangan pada kontolku, hingga terasa oleh eni yang juga semakin tersengal dan menekan bokongku, mengisyaratkan agar aku diam. Aku hentikan kegiatanku untuk beberapa detik sementara tempiknya berdenyut-denyut hingga aku tidak tahan dengan perasaan ini sehingga muncratlah spermaku menyiram dalam rahimnya, gerakan liarnya ia perlihatkan pada saat mengalam iorgasme yang kedua ini, dengan rintihan yang agak keras. namun setera kubungkam mulutnya kucium mulutnya sehingga jeritannya tidak terlalu menarik perhatian tetangga.

Processing your request, Please wait....
  • 0 - very bad experience 10 - very great experience