Where it happened: her apartment
Langauge: Malaysian
Sex: Male
Rating: 2
Category: Straight
Hallo kawan-2 nama aku ST, dan aku mau berbagi pengalaman selagi sekolah di US. Ketika cerita ini terjadi aku blon ætertangkap basahÆhaving sex di public park ama polisi buleààÃÂ
Waktu itu summer’97 US, cuaca waktu itu cukup panas dan lembab. Aku melihat si Thana sedang duduk-2 di depan pintu apart-nya. Dia gadis Thai berusia 20 thn dan sebagai visiting student di uni aku.
Waktu itu aku sedang menyiapkan dinner dan jendela kitchen terbuka menghadap ke pintu apart si Thana. Aku melambaikan tangan dan say ‘Hi’, dia juga membalasnya.
Setelah aku selesai makan malam kira-2 jam 7-an, aku menhampiri apart-nya dan memperkenalkan diri. Ternyataa dia orangnya ramah sekali, parasnya cantik dan khas cewek Thai dengan alis yang membusur lentik dan bibir tebal mirip-2 type muka penari Bali. Kulitnya halus putih bersih dan tingginya 155 cm dengan dada yang montok.
Setelah di persilahkan masuk ke apart-nya kita duduk-2 dan ngobrol saling memperkenalkan diri dan negara masing-2. Setelah berbicara 1 jam aku mengajak dia ke grocery untuk cari snack and minuman. Thana langsung menanyakan ;apakah aku suka bir?. Lumayan kaget juga, ada ce asia yang suka minum bir. Aku bilang aku nggak suka minuman pahit, trus dianya bercerita mengenai berbagai rasa bir.
Singkat kata kita pergi ke grocery store and dia membeli bir yang dia anggap manis. Pulangnya dia mampir ke apart aku dan minum bir sambil nonton TV. Setelah agak malam kira-2 jam 10-an aku antar dia kembali ke apart-nya.
Sekali lagi aku di persilahkan masuk dan aku masuk. Di dalam apart-nya kita kembali ngobrol, aku duduk di sebelah ranjang-nya dan dia bercerita sambil tiduran. Setelah beberapa saat timbul niat untuk mencium si Thana. Mula-2 aku colek-2 tangan and naik sampe ke muka. Setelah itu aku kecup pipinya. Dia agak kaget juga dan bingung, aku bilang ‘aku suka kamu’. Dia tidak menjawab dan aku semakin berani kasi French kiss, dianya pasrah dan membalasnya. Setelah agak panas aku memberanikan diri meraba badannya dan jemari aku menyusup ke dalam dadanya. Aku meremas-2 susunya yang montok itu dan mengeluarkannya dari belahan bajunya dan menghisap puttingnya secara rakus. Thana agak marah dan bilang ‘dia takut karena aku terlalu cepat’. Aku jadi sadar dan mulai melepaskan dia dan membantu dia membereskan pakaiannya.
Karena malu aku pamit pulang tetapi Thana meminta aku menemani dia lebih lama. Aku sudah merasa nggak enak hati dan menemani Thana sampai jam 12 malam. Aku merasa ngantuk sekali dan akhirnya tiduran di karpet. Thana merasa nggak tega melihat aku tidur di karpet, aku di minta ikut tiduran di atas ranjangnya. Wow,… pucuk di cinta alam tiba,… langsung aku meniyakan sambil pura-2 ngantuk. Thana meminta aku untuk berjanji tidak main gila. Aku setuju saja dan mulai tiduran, sambil tiduran aku memeluk Thana dari belakang dan mengecup leher belakangnya. Dia rupanya sudah agak terangsang akibat remasan di dadanya di tambah kecupan, dia menjadi lupa dan membalikan tubuhnya untuk berpelukan erat denganku. Singkat kata malam itu Thana meminta aku untuk memuaskan dirnya tanpa melakukan senggama, aku ikuti saja permintaannya dan aku puaskan Thana dengan jari-2 ku sampai dia mencapai orgasme. Setelah itu kita berdua tertidur.
Keesokan harinya aku capat-2 bangun, takut kalau di pergokin roomatenya atau roomate aku, jam 6 pagi aku sudah bangun dan kembali ke apart-ku. Setelah aku balik ke apart-ku, Thana mengetuk pintu dan minta masuk. Kali ini Thana sudah siap untuk melakukan senggama, dia melepaskan bajunya satu persatu sambil berpelukan dan berciuman dengan ku. Setelah itu kita berdua naik ke ranjang. Aku menyiapkan kondom karena kawatir orang Thai emang terkenal AIDS nya.
Di atas ranjang, Thana minta posisi diatas, wow,ààrupanya dia sudah basah. Sewaktu dia mncoba memasukkan penis aku ke dalam memeknya, penis-ku langsung aku masuk. Thana menggoyang pinggulnya pelan-2 dan mulai berbicara bahasa Thai yang kedengarannya aneh,ààaku diam saja dan enjoy goyangannya. Semakin lama dia mendesah dan bergoyang cepat sampai akhirnya aku nggak tahan lagi meledak lah spermaku di dalam memeknya. Rupanya Thana blon puas,à.. well,àaku janji akan lanjutin malamnya. Dia pun setuju dan Thana pulang ke apart-nya.
Setelah pulang sekolah, aku mengetuk apart Thana dan mengajak dia ke apart aku. Kali itu aku sudah siap untuk memuaskan dia. Aku lepasin bajunya dan aku memasukan kontolku ke dalam memeknya. Agak kasar rupanya, karena dia blon siap dan masih kering. Thana hanya menjerik kecil dan aku pun mengocoknya perlahan-2 sampai aku merasa memeknya basah. Setiap kali aku tusukkan kontolku ke memeknya, Thana selalu mengucapkan kata-2 æOihàoih,.. oihà..ssssssÆà.. kemudian aku bertanya ke dia, apa itu artinya , dia bilang æaduhÆdalam bahasa Thai. Setelah 15 menitan bersenggama dia mulai mengerang dan aku lihat mukanya seperti menahan sesuatu rupanya dia orgasme,àà.. dan tangannya mencengkeran apa saja sekuatnya, waktu itu lengan aku sampai merah di buatnya. Setelah itu dia tersenyum-2 dan mencium aku sepertinya berterima kasih. Wellà.. karena aku blon selesai maka aku lanjutkan lagi senggama kita. Setelah 10 menitan Thana kembali orgasme dengan mengeluarkan suara yang mendesis panjang dan mencengkeram apa saya yang bisa dia raih. Aku pun mempercepat sodokan penis aku,à. tetapi aku nggak merasa mau selesai,àà. Akhirnya aku lanjutkan pompaan aku sampai aku orgasme dan si Thana sudah keluar 5 kalià.. Rupanya Thana ce yang suka sex juga,, dia bisa berorgasme beberapa kali dalam waktu 30 menit. Setelah malam itu setiap malam kita bermain gila-ria termasuk ketika dia sedang mens. Memang agak mengerikan tetapi bila nafsu udah di ubun-2 apa boleh buat.
Bulan September. Thana harus pulang ke negerinya. Malam sebelum dia pulang kita melakukan senggama terakhir. Thana rupanya benar-2 suka dan menginginkan aku tanpa kondom lagi. Dia mau aku menghamilinya, sebenarnya dia pernah juga meminta aku tanpa kondom ààà. Well, tetap aku takut reputasi orang Thai yang kesohor AIDS nyaà. Dan aku menolak idenya,àlagian kasian anaknya nanti kalo lahir nggak lihat bapaknya.
Setelah Thana pulang ke Thai, dia masih telepon ke aku, dan aku tahu biayanya mahal, tetapi dia bilang sudah terlanjur suka, dan kawatir bila aku merasa kesepian di USàà. Jadi semakin nggak enak di hati ini. Saya mengakui tindakan ini sangat konyol dan hanya menyakiti hati wanita yang benar-2 mencintai saya. Semoga Thana kelak di beri jodoh yang baik.
I love U Thana
Processing your request, Please wait....